Saturday, September 7, 2013

Sains Logis Isra’ dan Mi’raj

Bulan rajab di kenal sebagai bulan yang penuh pahala.pada bulan tersebut berlangsung fenomena penting bagi umat islam yaitu isra dan mi’raj Nabi Muhammad SAW. tepatnya seperti tanggal yang di tunjukkan sejarahwan yaitu tanggal 27  bulan rojab tahun ke 11 setelah pengangkatan Muhammad sebagai Nabi. tiap tahun Umat Islam mengenang peristiwa itu. mengenang isra dan mi’raj berarti juga mengenang fenomene perjalanan semalam nabi Muhammad SAW dari masjid al haram ke masjid al aqsha dan dari masjid al aqsho ke sidrotul muntaha. fenomene itu di abadikan dalam al qur’an surat al isra(yang artinya perjalanan di malam hari)
ayat 1 yang di terjemahkan”maha suci Allah yang memperjalankan hamba_Nya pada suatu malam dari masjidil haram ke al masjidil aqsa yang kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda(kebesaran) kami sesungguhnya dia maha mendengar lagi maha mengetahui.”

tulisan ini mencoba menerangkan tentang adanya isra mi’raj yang selama ini oleh khalayak umum di anggap sesuatu yang irasional mustahil, karena perjalanan yang semestinya di tempuh beberapa tahun oleh nabi cuma di tempuh semalam. tak ayal kebanyakan orang dulu memungkiri hal ini sehingga menjadi kafir kerena kejadian ini memeng di luar kebiasaan.

Teori Relativitas Albert Einstein

satu dari sekian teorinya, adalah tentang relativitas. sebuah teori yang menguopas hakikat alam semesta sabagai suatu susunan terpadu di mana segala yang ada di dalamnya, dengan kemajemukan dan keberagamannya, tunduk pada satu hukum universal, dengan kecepatan cahaya sebagai konstanta bandingannya. sebuah teori yang kelak melahirkan pula teori tentang bom atom yang begitu mengerikan.

dalam teorinya iyu,beliau menerangkan bahwa tidak ada sesuatuyang mutlak dalam kehidupan ini. segala sesuatu relatif dalam gerak dan kedudukannya. sebuah bila yang bulat, suatu saat akan dapat berubah pipih. begitupun dengan penggaris yang panjang, pada saat yang berbeda dapat mengerut, pendek. sebuah benda yang dapat berbobot ringan di satu saat, dapat menjadi berat atau tidak berbobot sama sekali di saat lainnya. jarum jam yang dapat bergerak cepat mengukur waktu, ada kalanya menjadi lambat bahkan pada satu titik masa berhenti sama sekali. juga jantung yang berdenyut menandai usia, dapat mengalami kelambatan hingga usiapun berjalan lebih lambat dari yang semestinya.

Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan:

t’= waktu benda yang vergerak

t= waktu benda yang diam

v= kecepatan benda

c= kecepatan cahaya

di terangkan bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. semakin dekat nilai kecepatan benda(v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang di alaminya(t’): perlambatan waktu. hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda iupun sampai pada satu keadaan nol. namun demikian jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (u>c), keadaan pun berubah. efek yang di alami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknnya.

pada awalnya teori relativitas itu pun mendapat banyak tantangan. seperti halnya nabi menberitakan Isra mi’raj, einstein saat saat mengumumkan teori tersebut juga banyak di cemooh bahkan di anggap tidak waras.sebagaimana juga dengan isra mi’raj, teorinya itupun telah menentang tradisi yang selama ini di anut dan dielu-elukan.Relativitas telah menolak kemutlakan ukuran bahwa semua benda selalu dalam keadaan tetap, tidak pernah berubah. sebuah bola akan tetap bulat, sebuah penggaris akan tetap panjang, usia akan tetap berlari menua, bagaimanapun kondisinya. namun ketika laboratorium kemudian dapat menemukan gejala yang sama sebagaimana terurai dalam Relativitas, segera teori itupun memperoleh kedudukannya yang semestinya sebagai sebuah kebenaran.

studi tentang sinar kosmis, merupakan satu pembuktian. di dapati bahwa di antara partikal-partike yang di hasilkan dari persinggungan partikel-partikel dari sinar kosmis yang utama dengan inti-inti atom nitrogen dan oksigen di lapisi atmosfer atas, jauh ribuan meter di atas permukaan bumi, yaitu partikel Mu Meson(Muon), itu dapat mencapai permukaan bumi. padahal partikel tersebut itu mempunyai paruh waktu sebesar dua mikro detik 7yang artinya dalam dua perjuta detik, setengah dari masa muon tersebut akan melelah menjadi elektron. dan dalam jamgka waktu dua perjuta detik, satu partikel yang bergerak dengan percepatan cahaya (kurang lebih 300.00 km/dt). sekalipun paling-paling hanya dapat mencapai jarak 600 m. padahal jarak ketinggian atmosfer di mana muon terbentuk, dari permukaan bumi, adalah 20.000 n yang man dengan kecepatan cahay hanya dapat di capai dalam jangka minimal 66 mikro-detik.

pertannyaan selanjutnya, bagaimana muon dapat melewati kemustahilan itu?

ternyata, selama bergerak dengan kecepatannya tinggi-mendekati kecepatan cahaya, partikel muon mengalami efek sebagaiman di terangkan teori Relativitas, yaitu perlambatan waktu.

demikianlah Relativitas talah bisa membuktikan kebenarannya.menyikapi kebenaran-kebenaran yang sela ini tersembunyi di balik keruwetan dan arogansi ilmu pengetahuan. termasuk, kebenaran isra mi’raj.
swbagaimana yang di terangkan pada tulisan saya sebelunya, ketika sebuah benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, seperti halnya partikel Muon, benda itu akan mengalami efek perlambatan waktu. seseorang yang meluncur ke angkasa dengan pesawat yang berkecepatan mendekati kecepatan cahaya, maka ia akan mengalami pertambahan usia yang lebih lambat dari yang semestinya di bumi. ketika kembali ke bumi ia akan mendapati bumi begitu tuanya sedang dirinya hanya bertambah beberapa waktu saja. Ia telah melempar ke masa depan.  namun jika kecepatannya di tambahkan hingga melampaui batas kecepatan cahaya, yang akan di alaminya bukanlah perlambatan waktu, namun sebaliknya. ketika kembali ke bumi, bukan masa depan yang di dapatinya. melainkan ia kembali ke masa lalu. ia telah menjadi peziarah masa lalu.
Demikiannlah, Allah memang senantiasa mengfirmankan kebenaran. dan firman-firman Allah memang senantiasa benar adnya. meski terkadang akal dan logika kita sangat sulit untuk menjangkaunya.
Allah SWTberfirman dakam Al qur’an surah Al-israa’ ayat 1:
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba_Nya pada sutu malam hari dari masjidil haram ke masjidil aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda(kebesaran) kami. sesungguhnya Dia maha mendrngar lagi maha melihat.”
dari ayat tersebut tampak jelas bahwa perjalanan luar biasa itu bukan kehendak dari Rasulullah SAW sendiri, tapi merupakan kehendak Allah SWT. untuk keperluan itu Allah megutus malaikat jibril as beserta malaikat lain sebagai pemandu perjalanan suci tersebut. dipilihnya malaikat sebagai pengiring perjalanan Rasulullah SAW di maksudkan untuk mempermudah perjalanan melintasi ruang waktu.
selain malaikat jibril, di hadirkan juga kendaraan khusus yang namya buroq, makhluk berbadan cahaya dari alam malakut. Nama buroq berasal  dari kata barqun yang berarti kilat. perjalanan dari kota makkah ke palestina berkendaraan buroq tersebut di tempuh dengan kecepatan cahaya, sekitar 300.000 kilo meter per detik.
pertanyaan yang sangat mendasaradalah bagaimanakah perjalanan dengan kecepatan cahaya itu di lakukan oleh badan Rasulullah SAW yang terbuat dari materi padat? untuk malaikat dan buroq tidak ada masalah karena badan mereka terbuatdari cahaya juga. seandainya badan bermateri padat seperti tubuh kita di pajsakan bergerak dengan kecepatan cahaya, bisa di duga apa yang akan terjadi??? badan kita mungakin akan terserai berai karena akatan antar molekul dan atom bisa terlepas.
jawaban yang paling mungkin(saya lebih suka menggunakan kata mungkin, karena tidak menutup kemungkinan pembaca tidak mengamini pandapat saya)untuk jawaban pertannyaan itu adalah tubuh Rasulullah SAW di ubah susunannya menjadi cahaya. bagaimanakah hal itu terjadi???
teori yang memungkinnkan adalah teori Annihilasi. teori ini mengatakan bahwa setip materi(zat) memiliki anti materinya. dan jika materi di reaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut bisa lenyap dan berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.
hal ini di buktikan oleh laboratorium nuklir bahwa jika partikel proton di reaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron(baca: anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV (baca: Multiexperiment Viewer) untuk pasangan partikel elektrio, dan 938 MeV untuk pasangan partiket proton. sebaliknnya apabila ada due berkas siner gamma dengan energi sebesar tersebut diatas di lewatkan melalui medan inti atom, maka tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel tersebut di atas. Hal ini menunjukaan bahwa materi bisa di rubah menjadi cahaya dengan car tertentu yang di sebut annihilasi dan sebaliknya.
Nah…kalau di hitung jarak makkah-palestina sekitar 1500 km di tempuh dengan kecepatan cahay, maka hanya di butuhkan waktu sekitar 0,005 detik dalam ukuran waktu kita di bumi.
sesampainya di palestina tubuh rasulullah SAW dikembalikan oleh Allah menjadi materi lagi. peristiwa ini mungkin lebih di kenal seperti teleportasi dalam teori fisika kwantum, dari palestina di lanjutkan dengan perjalanan antar dimensi ke sidratul muntaha, yakni dari langit dunia(langit pertama) ke langit ke dua, ketiga sampai langit ke tujuh dan berakhir di sidratul muntaha.
Alhamdulillah….
begitulah tentang sains isra mi’raj, sangat ruwet sekali untuk mempelajarinya apalagi membayangkan.
wallahua’lam



Ufiyah M

No comments:

Post a Comment