Thursday, September 5, 2013

Hikmah QS AL Haqqah 69: 45 - 53

http://www.4shared.com/get/hepO5r8K/Hikmah_QS_Al_Haqqah.html

BISMILLAHIRRaHMANIRRaHIM…

Surah Al Haqqah 69 : 45 – 53 :

Wa lau taqqawwala ‘alaynaa ba’dhal aqaawiil…laakhadznaa minhu bil yamiin…tsumma laqatho’naa minhulwatiina…

Dan sekiranya ia mengada-adakan atas nama Kami sebagian perkataan,…Niscaya Kami akan menangkap dia dengan tangan kanan, …Kemudian, tentulah Kami memotong urat nadinya ;

Famaa minkum min ahadin ‘anhu haajiziina. Dan tiada seorangpun diantaramu dapat mencegah darinya.

Wa innahuu latadzkiratullilmuttaqiina. Dan sesungguhnya Alqur’an itu nasihat bagi orang-orang muttaki.

Wa innaa lana’lamu anna minkum mukadzdzibiina. Dan sesungguhnya, Kami pasti mengetahui bahwa di antara kamu ada orang-orang yang mendustakan Alqur’an.

Wa innahuu lahasratun ‘alal kaafiriina. Dan sesungguhnya, Alqur’an itu akan menjadi sumber penyesalan bagi orang-orang kafir.

Wa innahuu lahaqqul yaqiini. Dan sesungguhnya, Alqur’an itu adalah kebenaran yang diyakini.

Fasabbih bismirabbikal’adhiimi. Maka sucikanlah nama Tuhan engkau, Yang Maha Besar.

HIKMAH-NYA : JK KITA MENDENGAR “KLAIM KEBENARAN SESEORANG YG MENGAKU SBG IMAM MAHDI MUHAMMADI (YG TELAH BERANI MENANGGUNG KUTUK LAKNAT DUNIA KRN SEMATA-MATA MENJALANKAN PERINTAH ALLAH SWT SAJA), SPT PENDIRI AHMADIYAH INI, MK SIKAP KITA YG BENAR & SAFETY BUAT KEROHANIAN KITA (TIDAK SOMBONG, SOMBONG SIFATNYA ALLAH SWT) ADALAH SEBAIKNYA :

1. KITA MENGHARGAINYA.

Siapapun Kita tidak boleh mengambil prakarsa pertama kali mengatakan orang lain, organisasi apapun, sesat & menyesatkan, murtad, kafir (Mengatakan SESAT aja tidak boleh dan sebaiknya dihindari, bahkan haram keluar dari mulut seorang Muslin, ini lebih safety bagi kerohanian kita) apalagi golongan Islam tertuduh bersyahadat sama ; tidak boleh melakukan kekerasan, anarkis, kriminal, main hakim sendiri, apalagi pembunuhan atas nama agama ;

2. TANYAKAN-LAH, KEMUKAKANLAH KEBERATAN2 DGN SOPAN.

Sharing dengan dialog yang setara kedudukannya, Obyektif, adil & proporsional sangatlah utama, disarankan Allah SWT dalam Al Qur’an suci untuk silaturahmi (huznuzan), membuka paradigma baru …MENAMPUNG INFORMASI DARI KEDUA BELAH PIHAK TERLEBIH DAHULU…

TIDAK BOLEH MEMAKSAKAN KESIMPULAN SUBYEKTIF MASING2,…apabila ada ketidaksesuaian pendapat (hal yang wajar) maka yang terbaik harus dilihat adakah argumennya didukung dengan bukti-bukti yang valid dan logis, benar misal: adakah ayat-ayat utama Al-Qur’an yang menjadi dasarnya? Adakah hadistnya justru telah melanggar ayat-ayat Al-Qur’an sebagai sumber hukum yang utama??. Faktanya, biasanya tetap saja pastilah kedua belah pihak tetap masih bersikukuh dengan kesimpulan masing-masing (tidak ada satu pihak seluruhnya yang kemudian melebur ke pihak kutub kebenaran lainnya), walaupun ada saja yang beralih ke kutub kebenaran!!! Hakekatnya secara umum, jika kebenaran memang berada di salah satu kutub, maka seharusnya argumen yang benar, kuat, qat’i dapat memberikan solusi & peserta sharing, diskusi tersebut dengan kepala dingin, pastilah akan mendapatkan cahaya kebenaran !!! KEBENARAN TIDAK AKAN KALAH OLEH KEBATILAN, SEHARUSNYA WALAUPUN DI PENGADILAN!!!. Jika tidak, karena Indonesia negara hukum, maka tetaplah berlaku azas praduga tak bersalah, walaupun jadinya diselesaikan di pengadilan (jika tidak dapat menerima, tersinggung, menganggap telah menodai Islam & Rasulullah saw, dianggap menikam Islamnya Rasulullah saw,… dll)

3. JK TDK BERSETUJU, YA SDH…TINGGAL LIHAT Q.S AL HAQQAH, KRN KITA KAN YAKIN THD KEBENARAN QUR’AN… ; sehingga tidak menimbulkan kekacauan dalam masyarakat luas, sehingga stabilitas nasional tetap terjaga.

Dalam Q.S. Al Haqqah 69 : 45 – 47, arti bebasnya bahwa Barang siapa mengaku-ngaku mendakwakan datang dari langit, mengatasnamakan Allah & Rasul Muhammad tetapi dusta maka Allah Ta’ala akan bertindak sendiri untuk mengazabnya, memutuskan urat nadi jantungnya, sehingga ajaran Imam Mahdi palsu, Nabi & Rasul palsu pasti akan hancur, tidak akan berhasil !!!. Jadi siapapun ulama besar baik lulusan S3 Pondok pesantren, Universitas Al Azhar Kairo, MUI, Ma’ruf Amin atau Menag Surya Dharma Ali ato siapapun orang terpelajar, yang berakal, waras, normal… yang tahu ayat Qur’an ini pasti akan berpikir 1000 kali jika ingin mendakwakan diri sebagai Al Mahdi bila hanya ingin mengejar popularitas, harta duniawi, kedudukan & jabatan dalam masyarakat atau ingin dikultus-individukan pengikut, grassroot-nya, atau jika ingin bertujuan ingin mengacak-acak agama Islam Allah Ta’ala yang dibawa Rasulullah saw, kecuali pada diri orang yang mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi terdapat niat keinginan kuat & luar biasa untuk melaksanakan amanat Perintah Allah Sang Raja Segala Raja, yang memang harus dilaksanakan. Dan Allah lebih mengetahui kepada siapa, bangsa mana BEBAN MAHA BERAT tersebut diletakkan.

Jika masih belum puas maka dengan cara mubahalah (CARA ROHANI LAIN DALAM AL-QUR’AN YANG DICONTOKAN, DISUNNAHKAN Rasul suci saw) antara PEMIMPIN YG MEMPUNYAI PENGIKUT YG BESAR dgn Khalifah Ahmadiyah, minta keputusan kepada Allah SWT, dengan doa meminta agar dihancurkan, dilaknat kaum yang pendusta & berbuat kedzaliman,…terserah Allah SWT seperti apa bentuk keputusannnya.. serta Meminta ditunjukkan dukungan Allah kepada pihak yg  benar..(ini harus diumumkan secara terbuka di KORAN2, MEDIA & TV)!!

4. MUNGKIN JUGA DATA KITA MASIH KURANG, SALAH, TIDAK OBYEKTIF COVER BOTH-SIDE, SEHINGGA PEMAHAMAN, KESIMPULAN KITA OTOMATIS MENJADI SALAH.

Mohon diperhatikan & dicamkan-lah kutipan pernyataan Hz. Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi Muhammad), Pendiri Al Jamaah Islam Ahmadiyah yang sekarang dipimpin oleh seorang Khalifatul Mu’minin…dibawah ini,…”Wahai manusia, janganlah kalian tergesa-gesa menuduhku, Allah SWT mengetahui bhw aku seorang Muslim, maka janganlah kalian mengkafirkan orang-orang Islam (tambahan Sy : apalagi seorang intelektual Islam yg telah diakui oleh sebagian intelektual Islam sbg Mujaddid abad 14 H !!! Sungguh ini suatu pengakuan yg luar biasa, mengingat Beliau Al Mahdi senantiasa dicap Sesat Menyesatkan, Dajjal, kafir dsbnya OLEH ULAMAUHUM YG BUKAN PEWARIS NABI saw !… & yg telah mengarang buku2 Islam kurang lebih 85 buah dalam bhs Arab, urdu, Parsi, Inggris !!! sedang kita satupun tidak !!! ) ; renungkanlah lembaran2 Allah dan pikirkanlah Kitab AlQuran yang didalamnya secara terang dijelaskan bhw Allah tidak menciptakan kalian agar mengkafirkan manusia tanpa ilmu dan meninggalkan jalan-jalan persahabatan, kemurahan hati dan berbaik sangka; dan janganlah mengutuk orang-orang Mukmin; mengapa kalian menyangkal firman Allah, sedangkan kalian mengetahui” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Sirrul-Khilafah, hl 108, Ruhani Khazain, Vol. VIII, hl. 422)

“Dari sejak awal aku berpendapat bhw tidak ada seorangpun akan menjadi kafir atau Dajjal karena menolak pengakuanku. Tetapi yg pasti adalah orang itu berada dalam kesalahan & menyimpang dari jalan yg lurus (tambahan sy, maksudnya: kesalahan di dalam mengambil kesimpulan akhir karena metodenya salah dlm menelitinya, kurang cermat, data tidak lengkap, kurang proporsional, tidak menanyakan pada sumbernya dll…bahkan karena salah menyimpulkan mk akan berakibat…karena mungkin kecintaannya yg membabi buta mk berinisiatif & melawan, mengatakan kepada Beliau pendiri Ahmadiyah seorang Dajjal, Sesat & menyesatkan, Kafir…padahal Mereka sendirilah justru yg menyimpang dari jalan yg lurus !!!). Aku tidak akan menyebut yg bersangkutan sbg orang yg tidak beriman, namun ia yg menolak kebenaran yg telah dibukakan Allah YM Kuasa kepadaku adalah orang yg berada dalam kesalahan & menyimpang dari jalan yg lurus. Aku tidak akan menyebut siapapun yg mengikrarkan Kalimah Syahadat sbg seorang kafir, kecuali jika ia karena menolak aku dan mengafirkan diriku lalu akibatnya dirinya sendiri yg menjadi kafir. Berkenaan dgn hal ini, para lawanku selalu mengambil prakarsa di muka. Mereka telah menyebut aku sbg kafir dan mengeluarkan berbagai fatwa menyangkut diriku. Aku tidak ada prakarsa utk mengeluarkan fatwa thd mereka. Mereka harus bersiap mengakui bhw jika aku ini ternyata seorang muslim di pandangan Allah SWT. maka dgn mereka menyebut aku sbg kafir terjadilah bhw mereka sendiri yg menjadi kafir sebagaimana fatwa dari Rasulullah saw. Karena itu aku tidak akan menyebut mereka sbg kafir, mereka sendiri yg akan terjerumus dalam kategori dari fatwa Rasulullah saw tersebut.” (Tiryaqul Qulub, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain Vol. 15 hl. 432-433, London 1984).

…Smoga sharing ini BEBERKAT & dapat diambil manfaatnya..AMIN…YA RABBAL ALAMIN…

“BELIEVE OR NOT…TERSERAH…YG PENTING NDAK MEMAKSAKEN AQIDAH KEYAKINAN & FITNAH FATWA SESAT, MENYESATKAN KE PUBLIK, BERBUAT KEKERASAN FISIK, & PEMBUNUHAN YG BUKAN AJARAN ISLAM-nya RASULULLAH saw……HARAM HUKUM-NYA“

Love For All Hatred For None…HUMANITY FIRST…OF COURSE…

…NO VIOLENCE SUPPORT…

REFERENSI2: Diambil baik dari sumber-sumber Ahmadiyah & non Ahmadiyah.

PENGAYAAN:


http://www.4shared.com/get/W7fR2EDM/1_hakekat_toleransi_islam_dan_.html

http://www.4shared.com/get/ldMvZgOL/2_sepuluh_azaz_sebelum_dialog-.html

NOTE: Penulisan nomor ayat Al-Qur’an dalam seluruh review Kami di Kompasiana, berdasarkan Hadist Nabi Besar Al-Mushthafa Muhammad saw, riwayat sahabah Ibnu Abbas ra, yang menunjukkan bahwa setiap basmalah pada tiap awal surah adalah ayat pertama surat itu. “Kaanaanabiyyu shollallahu ‘alayhi wasallama laa ya’rifu fashlassuuroti hatta yanzila ‘alayhi bismillahirrohmaanirrohiymi…”, artinya: Nabi saw tidak mengetahui pemisahan antara surat itu sehingga bismilaahir-rahmaanir-rahiim turun kepadanya.” (HR. Abu Daud, “Kitab Shalat” ; dan Al-Hakim dalam “Al-Mustadrak”).



Ak Waras

No comments:

Post a Comment