Friday, September 6, 2013

Cikal Bakal Senjata Tercepat di Dunia

Rudal awal yang dikembangkan tidak memilih targetnya, sipil dan militer sama dihabisinya.
roket,misil,senjataIlustrasi. (Thinkstock)
Siapa lagi kalau bukan Jerman pencetusnya. Alkisah dalam Perang Dunia II, ahli-ahli peroketan dan bom Jerman memulai eksperimen dengan meluncurkan bom berpemandu atau bom terbang. Bom dilengkapi dengan sayap dan alat kendali mekanis di bagian ekor. Dari sinilah lahir rudal.
Para ilmuwan Jerman memulai eksperimen dalam menciptakan peluru kendali (rudal) melalui pembuatan bom berpemandu (guided bomb) sebelum PD II berakhir. Bom Fritz X digunakan pertama kali pada September 1943.
Bom armour piercing berbobot 1.400 kilogram memliki sayap kecil dan ekor sebagai pengendali terbang. Bom dijatuhkan oleh observer di pesawat menggunakan komando jalur radio. Jarak jangkau bom mencapai delapan mil dan meluncur lebih cepat sebelum antiserangan udara berhasil menjejaknya.
Bom Jerman Fritz X berhasil melumat kapal perang Roma dan merusak kapal perang Inggris Warspsite pada tahun 1943.
Pembabi-buta
V-2 merupakan rudal balistik pertama yang digunakan dalam peperangan sekaligus menjadi tonggak kemajuan teknologi peroketan saat itu. V-2 dikenal juga sebagai A-4, rudal ini diciptakan oleh Nazi Jerman pada PD II untuk menyerang Sekutu, utamanya sebagai arsenal peruntuh moral. Dikatakan demikian karena tingkat keakuratan tembakan rudal ini terbilang membabi-buta.
V-2 cocok digunakan untuk menghancurkan target kota, tetapi tidak bisa secara spesifik digunakan untuk menyerang target-target yang lebih kecil. Tidak heran V-2 disebut sebagai penebar maut karena antara target militer dan sipil sulit dibedakan. Adolf Hitler yang menamaninya Vengeace Weapon 2 atau V-2.
Sementara V-1 atau Buzz Bomb merupakan pengembangan senjata terbaru dalam PD II. Pada Juni 1944 AD Jerman memperkenalkan sebuah senjata yang unik, mematikan, dan historikal. Tidak lain yang dimaksud adalah V-1. Huruf "V" mengacu pada Vergeltungswaffe atau Vengeance Weapon (senjata balas dendam).
Disebut juga Londoners atau "Doodlebugs", bom terbang ini mengeluarkan bunyi sebelum menghantam sasarannya. Setelah jatuh dan waktu mekanisnya habis, bom pun meledak.
(Roni Sontani.angkasa

No comments:

Post a Comment