Monday, July 22, 2013

Kisah Nabi Nuh Ternyata Ada Di Agama Hindhu



Masih membahas jejak-jejak hubungan agama Abrahamik (Islam,Kristen, Yahudi) dan Hindhu, ternyata masih terdapat sebuah petunjuk lagi mengenai hubungan dari agama-agama ini. Yaitu tentang kisah nabi Nuh.

Agama Abrahamik (Islam, Kristen, Yahudi) memiliki kisah tentang nabi Nuh. Nabi Nuh adalah nabi yang terkenal dengan banjir besarnya. Nabi Nuh, di Hindhu terkenal dengan sebutan Manu. Yang mana Manu merupakan raja pertama di dunia yang juga menyelamatkan manusia dari banjir besar.
Kisah Manu di Hindhu secara singkat sebagai berikut : Saat Manu membasuh tangan di sungai ada ikan kecil yang datang dan meminta Manu menyimpannya. Agar mendapat balas budi. Manu bertanya bagaimana cara ikan membalas budi. Ikan tersebut mengatakan akan ada banjir besar yang akan menghapus bumi. Pada saat banjir besar akan datang ikan menyuruh Manu membuat perahu besar. Ikan tersebut ternyata penjelmaan Wishnu. Wishnu yang merupakan roh tertinggi. Dalam purana (Kisah jaman kuno) Wisnu disebutkan bersifat gaib dan berada dimana-mana. Untuk memudahkan penghayatan terhadapnya, maka simbol-simbol dan atribut tertentu dipilih sesuai dengan karakternya, dan diwujudkan dalam bentuk lukisan, pahatan, dan arca. Wishnu sering ber-AVATAR antara lain menjadi Ikan (Matsya), Rama, Kresna, Budha dan Kalky.
Di agama Kristen, kisah Nuh (Manu) bisa dibaca di Kitab Kejadian 6&7. Dalam kitab Kejadian 6 antara lain disebutkan sebagai berikut :
6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
6:14Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
6:17Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.
6:18Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.
Di agama Islam kisah Nuh (Manu) bisa dibaca di Al-Quran Surah Al Mu’minun (23) dan Asy syu’ara (26). Di Surah tersebut antara lain disebutkan sebagai berikut :
Nuh berdo’a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku. Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. Mu’minun 23:26-27)
“Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku.” (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 117 – 118)
Allah swt dalam al-Qur’an Karim berfirman: “Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 119 – 120)
Di pemahaman Hindhu, dari Manu inilah lahir banyak keturunan dari semua ras dan disebut Manavas, termasuk dari golongan Brahmana dan ksatria. Manu memiliki beberapa anak, ada yang menyebut sampai 10 keturunan, diantaranya : Vena, Ikshvaku, Ila, & Kshatriyas.
Di Bible Nuh memiliki 3 keturunan (Sem, Ham & Yafet). Genealogi Nuh bisa dibaca di Kitab Kejadian 10. Menurut International Standard Bible Encyclopedia: Keturunan Sem menghasilkan bangsa Israel. Keturunan Ham menghasilkan bangsa Mesir, Kanaan dan Arab. Keturunan Yafet menghasilkan bangsa Asia Minor.
Manu (Nuh) sebagai nabi juga memiliki hukum, yang oleh umat Hindhu disebut Manusmriti (Law of Manu). Dalam Atharvaveda Book 20 Hymn 127 verses 1-13 dikatakan tentang datangnya nabi Muhammad, mengatakan: “Dia adalah Resi yang naik Onta . Tidak mungkin itu orang India karena Reshi India (Brahman) tidak boleh naik Onta berdasarkan “Sacred Book of the east”, Volume 25, Law of Manu page 472. Menurut Manu Smirti Bab 11 ayat 202 “Seorang Brahman dilarang menaiki Onta atau Keledai.

No comments:

Post a Comment